[Slider1/Slider2/Slider3]

Slider2

Rabu, 09 Februari 2022

Orang bilang kasih sayang ibu sepanjang masa.

Orang bilang kasih sayang ibu tiada duanya.

Orang bilang kasih sayang ibu tidak bisa dibandingkan degan apapun.

Saat aku masih kecil, aku sering bertanya-tanya, apa benar seperti itu? Apa benar ibu menyayangiku? Lalu kenapa setiap hari ibu meninggalkanku bekerja? Kenapa aku dititipkan? Kenapa ibu tidak di rumah saja bermain denganku?

 

Hingga aku beranjak dewasa dan aku mengerti bahwa iya ibu sayang padaku, namun ibu harus bekerja untuk membantu ayah memenuhi segala kebutuhanku, untuk masa depanku, untuk kehidupanku juga.

Tapi saat itu hanya itu yang ku tahu, aku tak pernah tahu bagaimana perasaan ibu.

Hingga pada akhirnya aku sendiri telah menjadi seorang ibu.

 

Aku hanya orang biasa, wanita biasa yang sedang belajar tentang hidup. Aku seorang ibu baru yang belajar bagaimana menjadi seorang ibu. Bukan belajar menyayangi anak tapi belajar bagaimana mengungkapkan dan menampakkan wujud dari rasa sayang itu untuk anak.

Setiap hari aku terus belajar dan belajar bagaimana memberikan yang terbaik untuk anakku. Anakku adalah seorang bayi, seorang manusia yang baru lahir ke bumi. Tapi aku, aku juga baru terlahir menjadi seorang ibu, dan semuanya perlu belajar. Sama, ya kami sama-sama sedang belajar.

 

Selama itu aku hidup sebagai ibu rumah tangga. Setiap harinya, ketika suamiku sedang bekerja, aku berdua dengan anakku di rumah. Setiap harinya akau melaksanakan kegiatan ibu rumah tangga, menyiapak segala kebutuhan suamiku, bermain dengan anakku, dan aktivitas ibu rumah tangga lainnya.

 

Waktu terus berjalan hingga anakku berusia 2 th. Kurasa sudah saatnya aku untuk bekerja. Memikirkan untuk masa depan anakku, untuk mencukupi segala kebutuhannya. Dan ya akhirnya aku bekerja, menitipkan anakku ketika aku sedang bekerja.

Dan saat aku benar-benar bisa merasakan apa yang dirasakan ibuku dahulu. Bagaimana beratnya meninggalkan anak saat akan bekerja, bagaimana beratnya menitipkan anak. Tapi aku tetap bekerja, toh untuk anakku juga.

 

Banyak orang bilang aku egois, demi mengejar karier, aku rela menitipkan anakku. Waktu ku dengan anak menjadi berkurang dan hanya memikirkan diriku sendiri.

Kadang aku tertawa dalam hati. Mereka yang mengatakan itu dahulu mengatakan kenapa hanya di rumah? Kenapa hanya jadi ibu rumah tangga? Bagaimana masa depan anak? Bagaimana membesarkannya? Apa terlalu malas hingga tidak bekerja?

 

Ah sebenarnya aku tidak terlalu peduli apa kata orang. Toh apapun yang aku lakukan pasti akan tetap ada komentar dari orang. Yang penting aku tidak melakukan hal yang salah dan melakukan yang terbaik menurutku, sudah cukup, aku tidak terlalu memikirkan apa kata orang.

Tapi ada yang kutakuti, yang selalu lewat dalam otakku. Bagaimana mengungkapkan sayang pada anakku. Bagaimana mengungkapkan bahwa di rumah saja ataupun bekerja, ibu akan tetap sayang padamu nak. Tidak ada yang berubah, tidak juga berkurang. Ibu akan tetap dan selalu sayang padamu anakku.

 

Ya semoga suatu saat nanti dia mengerti atau mungkin suatu saat dia bisa membaca tulisan ini. Ibu hanya ingin mengatakan bahwa ibu sangat sayang padamu anakku. Begitu sulit mencari ungkapan yang bisa menggambarkan rasa sayang itu, sepertinya tidak ada yang kata yang cukup untuk menggambarkan rasa sayang ibu padamu nak. Intinya ibu sangat menyayangimu nak.

 

Teruntuk ibuku, aku ingin meminta maaf karena sempat meragukan kasih sayang ibu. Kini aku mengerti dan merasakan sendiri. Aku sangat menyayangimu bu.

 

Dan untuk para ibu hebat diluar sana, entah dengan di rumah ataupun harus bekerja, kalian sungguh luar biasa. Tetap semangat para ibu hebat, kalian pasti telah melaukan yang terbaik versi kalian. Setiap orang memiliki situasi dan kondisi yang berbeda, dan jadi apapun pilihan kalian menjadi ibu rumah tangga ataupun bekerja, itulah yang terbaik dan rasa sayang pada anak dan keluarga pasti tetaplah 100%.

 

Ayolah stop mengomentari pilihan para ibu. Janganlah menjatuhkan metal mereka yang mungkin tanpa komentar negatif dari orang pun, telah mengalami dilema pada dirinya sendiri. Marilah saling support, mereka telah melakukan yang terbaik.


Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

11 komentar:

  1. Doa untuk para Ibu sehat selalu....jadi kangen ibuku

    BalasHapus
  2. Setuju Ibu. Ibu-ibu hebat, jaminan surga bagi yg ikhlas dan sabar dalam menjalankan perannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin 🤲
      Semoga bisa selalu ikhlas ya bun

      Hapus
  3. Semangat Nak, yakini pilihan kita benar. Membantu suami mencari nafkah adalah perbuatan mulia, asal suaminya rido..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bu, terimakasih motivasinya 😊

      Hapus
  4. Ungkapan rasa cinta yang dalam banget. I lop yu Mom

    BalasHapus
  5. Ya selalu ada yang salah baik sebagai ibu rumah tangga penuh maupun bekerja. Selalu kembali ke niat kita.

    BalasHapus