[Slider1/Slider2/Slider3]

Slider2

Senin, 31 Oktober 2022

Perkembangan teknologi berjalan dengan begitu pesatnya, bahkan saat ini kita telah masuk pada Era Revolusi Industri 4.0. Era ini menggunakan Artificial Intelligence sebgai komponen utama untuk membatu kegiatan manusia. Menurut Ghufron (2018, 336), hadirnya revolusi industri 4.0 memberikan banya kemudahan dan inovasi pada kehidupan manusia, namun juga memberikan dampak negatif berupa terjadinya berbagai macam disrupsi.

Menurut Praseyo, B (2018, 24),  sektor budaya mengalami disrupsi pada Era Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut terjadi karena perkembangan media sosial yang masif yang telah menggeser struktur budaya masyarakat. Agar budaya lokal yang merupakan warisan nenek moyang ini tidak hilang, kita sebagai generasi penerus bangsa perlu melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasinya.

Salah satu budaya lokal yang tergeser dengan adanya perkembangan teknologi  yaitu alat musik tradisional. Tidak dapat dipungkiri bahwa mendatangkan alat musik tradisional ke dalam kelas itu merupakan hal yang sangat sulit. Dikarenakan Indonesia terdiri dari begitu banyak daerah yang membuat alat musik daerah pun begitu banyak ragamnya. Selain itu harga alat musik tradisional pun juga relatif mahal. Hal tersebut yang menyebabkan susahnya mengajarkan dan membawa alat musik tradisional ke dalam kelas.

Kali ini saya akan mencoba mengembalikan eksistensi salah satu budaya lokal yaitu alat musik tradisional dengan memanfaatkan fitur Augmented Reality Rumah Belajar. Pendekatan yang saya lakukan yaitu dengan mengintegrasikan budaya lokal dengan teknologi Augmented Reality yang kemudian dibawa kedalam kelas dengan mengemasnya menjadi pembelajaran berbasis game. Augmented Reality ini akan menghadirkan realitas/ objek 3D dari alat musik tradisional beserta dengan suaranya kedalam kelas.

Pembelajaran ini menggunakan model pembelajaran berbasis game. Model pembelajaran ini dipilih karena dianggap bisa menjadi wadah integrasi antara budaya lokal dan teknologi augmented reality di dalam kelas. Model pembelajaran ini juga memiliki daya tarik yang kuat dengan berfokus kepada siswa (student centered oriented). Dengan pembelajaran yang berfokus kepada siswa akan membuat siswa menjadi lebih aktif, dan pembelajaran menjadi menyenangkan (tidak kaku).

Kegitan pembelajaran dimulai dengan kegiatan pembuka. Lalu selnajutnya dilakukan kegitan inti, yang pertama yaitu guru memilih game sesuai topik. Disini saya memanfaatkan AR Rumah Belajar dengan tema alat musik tradisional yang akan saya kemas menjadi sebuah permainan di kelas.


Proses kegiatan inti selanjutnya adalah menjelaskan konsep. Pada proses ini saya hanya sekilas saja menjelaskan konsep mengenai alat musik tradisional dan augmented reality rumah belajar. Selanjutnya siswa saya minta untuk menginstall aplikasi tersebut dan menggunakan marker yang telah saya siapkan. Siswa saya bebaskan mengeksplore menu-menu dan materi yang ada pada aplikasi tersebut. Melalui AR Rumah Belajar ini, siswa bukan hanya membaca materi mengenaI alat musik tradisional, namun juga melihat wujud dari alat musik tersebut dalam bwujud objek 3D. selain itu siswa juga bisa mendengar suara dari alat musik tersebut.





Kegitan inti selanjutnya yaitu membuat kesepatakan aturan permainan. Setelah aturan disepakati, dilanjutkan dengan bergamin game. Kegiatan permainan ini memanfaatkan menu AR Quiz yang ada pada aplikasi. Pada menu tersebut terdapat pertanyaan yang bisa dijawab dengan men-scan marker. Disini 4 siswa diminta maju untuk mewakili deret kelompoknya untuk melakukan permainan. Siswa akan diberikan pertanyaan, dan siswa harus emngangkat tangan sebelum menjawab. Siswa yang jawabannya benar akan maju satu langkah. Siswa yang mencapai garis finish terlebih dahulu akan menjadi pemenangnya.


Guru akan memberikan reward kepada pemenang permainan. Ini akan menambah semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis game yang telah dirancang dan disiapkan. Gambar tersebut menjadi bukti bahwa begitu bersemangatnya siswa saya dalam mengikuti permainan ini, terlebih ketika mereka memenangkannya.

Proses kegitan inti selanjutnya yaitu guru meminta siswa untuk menyimpulkan pengetahuan apa yang didapat dari permainan ini. Jadi melalui permainan, siswa akan secara tanpa sadar mempelajari suatu materi/ pengetahuan baru. Siswa akan belajar dengan bersemangat dan tanpa tebebani rasa bahwa mereka sedang belajar, karena pembelajaran dikemas dengan menarik. Hal ini juga bisa dijadikan alternatif permasalahan yang terjadi saat ini, yaitu siswa kecanduan HP dan game. Kita bisa mengalihkannya menjadi game yang membelajarkan. Dan saya sangat berharap kedepannya banyak pengembang game yang mengembangkan game yang membelajarkan. Sehingga generasi penerus bangsa kita ini bisa memperoleh sesuatu yang bermanfaat dari game.

Kegiatan inti yang selanjutnya yaitu refleksi. Guru akan mengarahkan dan membenarkan jawaban yang kurang tepat dari siswa mengenai kesimpulan pembelajaran hari ini. Guru juga akan merefleksi jalannya permainan yang telah dilakukan. Selanjutnya pembelajaran diakhiri dengan kegiatan penutup. 

Bila ingin melihat detail mengenai pembelajaran ini atau melihat pembeajaran secara menyeluruh, silahkan kunjungi link youtube berikut ini Best Practice.


Daftar Rujukan :
Ghufron. 2018. Revolusi Industri 4.0: Tantangan, Peluang, dan Solusi bagi Dunia Pendidikan. Seminar             Nasional dan Diskusi Panel Multidisiplin Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Prasetyo, B. 2018. Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Perubahan Sosial. Jurnal SEMATEKOS 3 "                 Strategi Pembangunan Nasional Menghadapi Revolusi Industri 4.0.


Kegiatan berbagi dan berkolaborasi PembaTIK Level 4 ini saya lakukan dengan berkolaborasi atau bekerjasama dengan Sahabat Rumah Beljar (SRB) Provinsi JawaTimur tahun 2022 yang lokasi tempat kerjanya sama dengan saya, yaitu di Kecamatan Ngunut. Beliau adalah Ibu Lilik Sumiati dari TK PGRI Purworejo.

Kegitan berbagi dan berkolaborasi ini kami lakukan pada seluruh guru TK yang ada di Kecamatan Ngunut, dan di SMPN 3 Ngunut tempat saya mengajar. Kegiatan berbagi ini kami beri judul "Pemanfaatan Platform Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar untuk Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK".




Pelaksanaan kegiatan berbagi yang pertama yaitu di TK Aisyiyah Kecamatan Ngunut yang dihadiri kurang lebih 65 orang Guru TK dari gugus 1 &2. Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Jarmiatun, S.Pd. selaku Pengawas TK Kecamatan Ngunut.


Pelaksanaan kegiatan berbagi yang kedua yaitu di TK Darma Wanita Kacangan ayang dihadiri kurang lebih 38 orang Guru dari Gugus 3 & 4. Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Jarmiatun, S.Pd. selaku Pengawas TK Kecamatan Ngunut.


Kegitan berbagi yang ketiga dilaksankan di SMPN 3 Ngunut yang dihadiri kurang lebih 50 orang guru dari SMPN 3 Ngunut.

Kami sebenarnya juga merencanakan mengadakan webinar yang bekerjasama dengan IGI Kabupaten Tulungagung. Kami telah mendapat dukungan dari Ketua IGI Kabupaten Tulungagung yaitu Bapak Eko Suprapto, S.Pd. Namun acara tersebut batal dilakukan karena ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Nenek saya meninggal dunia, dan karena serumah sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Kegitan berbagi menurut saya yang terpenting adalah memberikan manfaat kepada peserta kegiatan. Sebagus dan sekeren apapun hal yang dibagikan, bila tidak bisa diterapkan atau digunakan oleh peserta maka hal itu merupakan suatu kegagalan proses berbagi menurut saya. Apalagi ketika peserta hanya mendengar dan ketika sampai rumah sudah hilang semua materi tadi yang diberikan dan tidak ada yang tersisa, maka itu juga merupakan kegagalan dalam berbagi.

Untuk memberikan manfaat kepada peserta kegiatan berbagi, kami akan menonjolkan atau mebahas secara detail bagian-bagian yang bisa mereka manfaatkan untuk pembelajaran di kelasnya. Jadi apa yang kami bagikan kepada Guru TK tidak akan sama dengan apa yang kami bagikan kepada Guru SMP, karena kebutuhannya pun berbeda. Dalam kegiatan berbagi kami melihat dahulu kepada siapa kami berbagi. Misalnya pada guru TK kami akan menonjolkan fitur Augmented Reality dan Edugame yang akan sangat menarik untuk dilakukan oleh siswa TK. Namun pada Guru SMP selain menonjolkan fitur Augmented Reality dan Edugame, melainkan kami juga akan menonjolkan fitur Lab Maya dimana siswa SMP bisa mengeksplorasi/ menggunakan laboratorium maya dan belajar secara virtual dirumah. 

Kami bukan hanya memaparkan materi saja, namun kami mengajak para peserta untuk praktek bersama dalam memanfaatkan platform-platform dari Kemdikbud. Bagaimanapun juga belajar teknologi tidak bisa hanya diawang/ diangan-angan saja melainkan harus langsung di praktekkan. Begitulah strategi yang kami lakukan dalam upaya memberikan sebanyak mungkin manfaat kepada para peserta kegiatan berbagi ini.

"Sebaik-baiknya teknologi, sebaik-baiknya media pembelajaran adalah teknologi atau media yang bermanfaat dan digunakan". Itulah yang kami tekankan pada para peserta berbagi. Sebagus apapun teknologi dan media pembelajaran, bila tidak dimanfaatkan untuk pembelajaran inovatif maka akan menjadi sesuatu yang sia-sia. Oleh karena itu kami mengajak Bapak Ibu Guru untuk memanfatkan teknologi dengan sebaik mungkin. Ketika Bapak Ibu bisa menciptakan teknologi atau media, itu adalah hal yang luar biasa dan sangat bagus. Namun ketika Bapak Ibu belum bisa membuat suatu teknologi atau media, marilah untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi atau media yang sudah ada.

Kegiatan berbagi ini juga kami isi dengan desiminasi best practice yang telah kami lakukan. Kami berbagi pengalaman dalam melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan portal rumah belajar. Saya menjelasakan mengenai penggunaan  teknologi Augmented Reality untuk pembelajraan dan menarik minat siswa untuk belajar. Saya juga menjelaskan mengenai Konten AR yang saya buat dan sudah ada di Rumah Belajar. Selain itu saya mengajak praktek Bapak Ibu peserta kegiatan berbagi untuk mencoba AR Rumah Belajar, dimana sudah saya sediakan markernya.

Sesuatu yang sangat membuat saya terharu dan senang ialah ketika peserta berbagi saya langsung mepraktekkan apa yang mereka pelajari dari saya. Bahkan mereka dengan bangga memposting hasil belajarnya.

Untuk melihat secara lebih detail dan menyeluruh mengenai proses kegiatan berbagi dan berkolaborasi ini, silahkan kunjungi link youtube berikut ini Link Youtube Berbagi dan Berkolaorasi.

Pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi PembaTIK Level 4 Tahun 2022 ini saya berkolaborasi/ bekerjasama dengan sahabat rumah belajar (SRB Prov. Jatim 2022) yang satu lokasi dengan saya yaitu di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Beliau adalah Ibu Lilik Sumiati dari TK PGRI Purworejo. Selama kegiatan berbagi dan berkolaborasi ini saya bekerjasama dengan beliau.

Proses awal yang kami lakukan yaiti datang ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngunut untu meminta izin sekaligus dukungan untuk acara ini. Disana kami menemui Bapak Drs. Suryono, M.Pd. yang merupakan Koordinator Unit Pelaksana Administrasi Satuan Pendidikan (UPASP) Kecamatan Ngunut yang seklaigus merupakan Sektretaris PGRI Kabupaten Tulungagung. Kami menemui beliau pada tanggal 24 Oktober 2022. Kami mendapat respon yang sangat positif. Beliau sangat mendukung kegiatan yang akan kami lakukan ini.

Pak Suryono bukan hanya memberikan dukungan kepada kami melainkan juga memberikan semacam pengarahan kepada kami yang sekaligus mengajak Bapak Ibu Pengawas dan Penilik di Kecamatan Ngunut. Pengarahan tersebut dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2022. Mereka ialah Bapak Sumarno, S.Pd., M.Pd. (Pengawas dan Ketua PGRI Kecamatan Ngunut), Bapak Drs. H. Kamari (Pengawas), Ibu Jarmiatun, S.Pd (Pengawas), Bapak Toni Hartono, S.Pd, M.Pd (Penilik).

Bu Jarmiatun selaku pengawas TK Kecamatan Ngunut juga memberikan dukungan penuh kepada kami untuk melakukan kegiatan berbagi pada Guru TK Sekecamatan Ngunut. Kami menemui beliau pada tanggal 21, 24, dan 25 Oktober 2022. Beliau bahkan hadir selama 2 hari saat kami melakukan kegiatan berbagi yaitu pada hari pertama pda Guru Gugus 1 & 2, dan hari kedua pada Guru Gugus 3 & 4.


Kami sangat bersyukur bahwa kegiatan kami mendapatkan izin dan dukungan dari berbagai pihak di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngunut. Namun bukan hanya itu saja, kami juga mendapat dukungan dari Bapak Eko Suprapto, S.Pd. yang merupakan Ketuan IGI (Ikatan Guru Indonesia) Kabupaten Tulungagung. Kami menemui beliau pada tanggal 23 Oktober 2022. Kami recananya melakukan kegiatan webinar dengan bekerjasama dengan IGI Kabupaten Tulungagung, meskipun acara tersebut tidak jadi terlaksana. Tidak terlaksananya acara tersebut karena ada hal yang tidan terduga yang terjadi di keluarga saya, yaitu nenek saya meninggal dunia. Dikarenakan kami serumah membuat saya tidak memungkinkan untuk mengadakan webinar tersebut. Namun sebenarnya Pak Eko sangat mendukung kegiatan yang kami lakukan.

Dukungan lain yang kami dapatkan ialah dari Kepala Sekolah kami, yaitu Bapak Drs. Slamet Rihadi, M.Pd. selaku Kepala SMPN 3 Ngunut (Kepala Sekolah saya) dan Ibu Napi'ah, S.Pd. selaku Kepala TK PGRI Purworejo (Kepala Sekolah Bu Lilik). Kami menemui beliau pada tanggal 21 Oktober 2022. Beliau berdua sangat mendukung apa yang akan kami lakukan, bahkan menyarankan Bapak Ibu Guru lain untuk ikut perkembangan zaman dengan melakukan pembelajaran berbasis TIK.



Untuk melihat video izin dan dukungan secara lebih lengkap dan detail silahkan kunjungi link berikut ini Link youtube izin dan dukungan.




Kegiatan PembaTIK yang dilaksanakan sejak bulan Juli 2022, saat ini telah memasuki Level 4. Sungguh alhamdulillah tidak pernah saya sangka bahwa saya lolos ke Level 4 dan menjadi Sahabat Rumah Belajar Provinsi Jawa Timur tahun 2022. Awalnya saya mengira bahwa saya hanya lulus PembaTIK Level 3 namun tidak lolos ke PembaTIK Level 4 karena pada menu pelatihan saya di simpatik saya tidak ada pelatihan Level 4, sementara besok (tanggal 11 Oktober sudah dilakukan kuliah umum PembaTIK Level 4. Sungguh diluar dugaan, ketika terbangun tengah malam, saya sudah dimasukkan ke grub whatsapp Pembatik Level 4 Provinsi Jawa Timur oleh Ibu Kamiliya dari PUSDATIN.

Saya sangat bersyukur bisa masuk pada Level 4, meskipun saya merasa bahwa tugas Level 3 saya kurang maksimal. Pada Level 3 saya membuat aplikasi Augmented Reality yang saat ini sudah ada pada portal rumah belajar. AR yang saya buat yaitu mengenai pengenalan alat transportasi. Saya memilih tema tersebut karena memang tema tersebut belum ada pada menu AR Rumah Belajar. Saya membuat aplikasi AR ini menggunakan aplikasi Unity dan Vuforia. Sedangakan untuk desainnya, saya menggunakan Canva for Education. Untuk mendownload aplikasi ini, silahkan kunjungi link berikut APKMarkerVideo Tutorial.

Kegiatan PembaTIK Level 4 ini dimulai dengan Kuliah Umum yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 11 dan 12 Oktober 2022. Kegiatan Kuliah Umum ini juga disiarkan melalui kanal youtube Rumah Belajar Kemdikbud, sehingga bagi yang tidak bisa mengikuti lewat zoom atau yang sedang berhalangan hadir bisa menonton siaran ulangnya di youtube. Berikut ini adalah linknya Hari Pertama Hari Kedua.

Kuliah umum hari pertama dibuka oleh Kepala PUSDATIN yaitu Bapak Dr. H. Hasan Chabibie, S.T, M.Si. Beliau memberikan sambutan sekaligus menjelaskan secara singkat mengeai PembaTIK. Selanjutnya kuliah umum diisi materi oleh Bapak Prof. Eko Indrajit. Beliau memaparkan menganai kemungkinan trend pendidikan di masa yang akan datang adalah metaverse. Beliau mengajak kita semua untuk meluai mengenal dan menggunakan teknologi Augmented Reality dan juga Virtual Reality. Pemateri selanjutnya yaitu Hairun Nissa, S.Pd., M.Pd., M.Ikom yang merupakan Pengembang Teknologi Ahli Madya PUSDATIN. Beliau menjelaskan mengenai Komunitas Belajar yang ada pada Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Kuliah umum hari kedua dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2022. Kuliah umum ini diisi oleh Bapak Wibowo Mukti, M.Si selaku PTP Ahli Muda PUSDATIN. Beliau memaparkan mengenai platform teknologi prioritas yang dikembangkan oleh Kemdikbud. Pemateri selanjutnya ialah Bapak Nino Budiano yang memberikan materi mengenai Public Speaking. Beliau memaparkan pentingnya seorang guru untuk mempelajari public speaking. 

Bapak Nino Budianto memberikan tugas untuk membuat ulasan mengenai materi yang didapatkan dari beliau di Kuliah Umum PembaTIK ini dan diminta untuk memposting di media sosial. Saya memposting ulasan tersebut di Instagram saya, dan sangat bahagia karena postingan saya di repost oleh beliau.

Tahapan kegiatan PembaTIK Level 4 selanjutnya adalah Bimtek yang diadakan secara terpisah di tiap provinsi. Acara Bimtek PembaTIK Level 4 Provinsi Jawa Timur tahun 2022 dilakukan pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2022. Pemateri dari Bimtek ini adalah Bapak Ibu dari PUSDATIN, serta Duta Rumah Belajar Provinsi Jatim dari tahun 2017 sampai 2021.


Kegitan Bimtek hari pertama diisi oleh Pak Abi dan Pak Hendro dari PUSDATIN. Beliau memaparkan mengenai PembaTIK Level 4 besrta tugasnya. Pemateri Selanjutnya yaitu Bu Roro (DRB Prov. Jatim yang memaparkan mengenai Karya Tulis Ilmiah. Kemudian dilanjut oleh Pak Ilham dan Bu Niken (DRB Prov. Jatim) yang membawakan materi mengenai cara membangun komunikasi.

Kegiatan Bimtek hari kedua yaitu pada tanggal 20 Oktober 2022 diisi oleh DRB Prov. Jatim yaitu Pak Noval. Beliau memaparkan mengenai penyebaran informasi melalui media. Bimtek PembaTIK Level 4 ini dilanjutkan dengan pendampingan oleh DRB Provinsi Jawa Timur kepada Peserta PembaTIK Level 4 Provinsi Jawa Timur tahun 2022. Pendampingan ini berupa konsultasi atau sharing mengenai planning yang akan dilakukan untuk menyelesaikan PembaTIK Level 4. Pendampingan ini tidak hanya berakhir pada pertemuan ini namun juga dilanjut pada grub whatsaapp yang telah dibuat.




The 2nd East Indonesia Conference On Computer and Technology (EIConCIT) 2018 di selenggarakan Universitas Muslim Indonesia yang terletak di Makasar, Sulawesi. Pada acara ini saya memiliki tulisan yang ditulis secara bersama, salah satunya dengan dosen S2 saya di Universitas Negeri Malang. Pada conference ini saya tidak hadir di Makasar, melainkan diwakili oleh Bapak Aji Prasetya Wibawa (Dosen saya).

Tulisan saya pada conference ini berjudul The Performance of Dematel Combined Techniques in Determining Eligibility of E-Journal Articles. Jurnal ini membahas mengenai algoritma sistem pengambil keputusan yang dilakukan untuk menilai suatu e-journal/ jurnal elektronik. Pada tulisan ini akan dibandingkan dua algoritma gabungan yaitu Dematel-SAW dan Dematel-Topsis dalam mengambil suatu keputusan pemilihan jurnal elektronik. Untuk membaca lebih detail atau merujuk tulisan ini silahkan kunjungi link berikut jurnal EIConCIT.

Jurnal yang berhasil masuk pada conference ini diterbitkan oleh IEEE sehingga bisadilihat pada IEEE Xplore. Selain itu jurnal ini juga terindeks Scopus.

Setelah melakukan serangkaian pelatihan Google Master Trainer Level 1 Batch 7 dan telah menyelesaikan proses pengimbasan, saya melakukan pengajuan voucher ujian. Voucher ujian GCE sebenarnya berbayar, namun karena saya mengikuti program yang diadakan Kemdikbud dan REFO, jadi saya mendapatkan voucher yang membuat biaya ujian menjadi 0 Rupiah atau GRATIS.

Saya melakukan ujian pada 4 Oktober 2022. Ujian ini terdiri dari 35 soal teori dengan waktu 3 jam. Soal ujian meliputi pilihan ganda, drag and drop, serta mengurutkan suatu langkah. 

Setelah menjalani ujian, alhamdulillah pengumuman langsung keluar dan saya dinyatakan lulus pendidik tersertifikasi google tingkat 1. Sertifikat ini akan berlaku selama 3 tahun.

 



        Kegiatan pengimbasan google master trainer level 1 batch 7, saya lakukan dengan beberapa peserta lain yang berasal dari daerah yang sama. Pengimbasan ini kami (saya, bu lilik sumiati, bu mila christi jayanti) lakukan pada hari Sabtu, 17 September 2022 di LPI Qurotta Ayyun Kecamatan Ngunut.

        Pengimbasan yang kami lakukan dihadiri oleh sekiran 150 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah TK satu Kecamatan Ngunut. Guru dan kepa sekolah Kecamatan Ngunut ini tergabung pada suatu komunitas yang bernama IGTKI Kec. Ngunut.
    
        Kami membagikan apa yang kami dapatkan selama pelatihan gogle master trainer, yaitu berbagai macam aplikasi google yang bisa di manfaatkan untuk kegiatan pendidikan mulai dari administrasi pendidikan, proses pembelajaran, hingga evauasi pembelajaran.

    3 rd International Conference on Science in Information Technology diselenggarakan pada 25-26 Oktober 2017 di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Jurnal yang masuk pada conference ini akan masuk pada IEEE Xplore dan terindeks Scopus.
    
    Saya mengikuti conference ini dengan membawakan tulisan berjudul "Blended Learning in Postgraduated Program". Tulisan ini berisikan tentang pelaksanan blended learning di pascasarjana beserta kekurangan dan kelebihannya. Untuk membaca lebih detailnya bisa dilihat pada link berikut ini jurnal blended learning.

        Tulisan ini di publish atau diterbitkan oleh IEEE dn teindeks scopus. Jadi untuk para pembaca yang ingin membaca ataupun mengutip, bisa langsung melihat di IEEE Xplore.