Orang bilang kasih sayang ibu sepanjang masa.
Orang bilang kasih sayang ibu tiada duanya.
Orang bilang kasih sayang ibu tidak bisa dibandingkan
degan apapun.
Saat aku masih kecil, aku sering bertanya-tanya, apa
benar seperti itu? Apa benar ibu menyayangiku? Lalu kenapa setiap hari ibu
meninggalkanku bekerja? Kenapa aku dititipkan? Kenapa ibu tidak di rumah saja
bermain denganku?
Hingga aku beranjak dewasa dan aku mengerti bahwa iya
ibu sayang padaku, namun ibu harus bekerja untuk membantu ayah memenuhi segala
kebutuhanku, untuk masa depanku, untuk kehidupanku juga.
Tapi saat itu hanya itu yang ku tahu, aku tak pernah
tahu bagaimana perasaan ibu.
Hingga pada akhirnya aku sendiri telah menjadi
seorang ibu.
Aku hanya orang biasa, wanita biasa yang sedang
belajar tentang hidup. Aku seorang ibu baru yang belajar bagaimana menjadi
seorang ibu. Bukan belajar menyayangi anak tapi belajar bagaimana mengungkapkan
dan menampakkan wujud dari rasa sayang itu untuk anak.
Setiap hari aku terus belajar dan belajar bagaimana
memberikan yang terbaik untuk anakku. Anakku adalah seorang bayi, seorang
manusia yang baru lahir ke bumi. Tapi aku, aku juga baru terlahir menjadi
seorang ibu, dan semuanya perlu belajar. Sama, ya kami sama-sama sedang
belajar.
Selama itu aku hidup sebagai ibu rumah tangga. Setiap
harinya, ketika suamiku sedang bekerja, aku berdua dengan anakku di rumah.
Setiap harinya akau melaksanakan kegiatan ibu rumah tangga, menyiapak segala
kebutuhan suamiku, bermain dengan anakku, dan aktivitas ibu rumah tangga
lainnya.
Waktu terus berjalan hingga anakku berusia 2 th. Kurasa
sudah saatnya aku untuk bekerja. Memikirkan untuk masa depan anakku, untuk
mencukupi segala kebutuhannya. Dan ya akhirnya aku bekerja, menitipkan anakku
ketika aku sedang bekerja.
Dan saat aku benar-benar bisa merasakan apa yang
dirasakan ibuku dahulu. Bagaimana beratnya meninggalkan anak saat akan bekerja,
bagaimana beratnya menitipkan anak. Tapi aku tetap bekerja, toh untuk anakku
juga.
Banyak orang bilang aku egois, demi mengejar karier,
aku rela menitipkan anakku. Waktu ku dengan anak menjadi berkurang dan hanya
memikirkan diriku sendiri.
Kadang aku tertawa dalam hati. Mereka yang mengatakan
itu dahulu mengatakan kenapa hanya di rumah? Kenapa hanya jadi ibu rumah
tangga? Bagaimana masa depan anak? Bagaimana membesarkannya? Apa terlalu malas
hingga tidak bekerja?
Ah sebenarnya aku tidak terlalu peduli apa kata
orang. Toh apapun yang aku lakukan pasti akan tetap ada komentar dari orang.
Yang penting aku tidak melakukan hal yang salah dan melakukan yang terbaik
menurutku, sudah cukup, aku tidak terlalu memikirkan apa kata orang.
Tapi ada yang kutakuti, yang selalu lewat dalam
otakku. Bagaimana mengungkapkan sayang pada anakku. Bagaimana mengungkapkan
bahwa di rumah saja ataupun bekerja, ibu akan tetap sayang padamu nak. Tidak
ada yang berubah, tidak juga berkurang. Ibu akan tetap dan selalu sayang padamu
anakku.
Ya semoga suatu saat nanti dia mengerti atau mungkin
suatu saat dia bisa membaca tulisan ini. Ibu hanya ingin mengatakan bahwa ibu
sangat sayang padamu anakku. Begitu sulit mencari ungkapan yang bisa menggambarkan
rasa sayang itu, sepertinya tidak ada yang kata yang cukup untuk menggambarkan
rasa sayang ibu padamu nak. Intinya ibu sangat menyayangimu nak.
Teruntuk ibuku, aku ingin meminta maaf karena sempat
meragukan kasih sayang ibu. Kini aku mengerti dan merasakan sendiri. Aku sangat
menyayangimu bu.
Dan untuk para ibu hebat diluar sana, entah dengan di
rumah ataupun harus bekerja, kalian sungguh luar biasa. Tetap semangat para ibu
hebat, kalian pasti telah melaukan yang terbaik versi kalian. Setiap orang
memiliki situasi dan kondisi yang berbeda, dan jadi apapun pilihan kalian
menjadi ibu rumah tangga ataupun bekerja, itulah yang terbaik dan rasa sayang
pada anak dan keluarga pasti tetaplah 100%.
Ayolah stop mengomentari pilihan para ibu. Janganlah
menjatuhkan metal mereka yang mungkin tanpa komentar negatif dari orang pun, telah
mengalami dilema pada dirinya sendiri. Marilah saling support, mereka telah
melakukan yang terbaik.
Doa untuk para Ibu sehat selalu....jadi kangen ibuku
BalasHapusAamiin 🤲
HapusSetuju Ibu. Ibu-ibu hebat, jaminan surga bagi yg ikhlas dan sabar dalam menjalankan perannya.
BalasHapusAamiin 🤲
HapusSemoga bisa selalu ikhlas ya bun
Semangat Nak, yakini pilihan kita benar. Membantu suami mencari nafkah adalah perbuatan mulia, asal suaminya rido..
BalasHapusIya bu, terimakasih motivasinya 😊
HapusLuar biasa kasih ibu
BalasHapus😊
HapusUngkapan rasa cinta yang dalam banget. I lop yu Mom
BalasHapusTerimakasih pak 😊
HapusYa selalu ada yang salah baik sebagai ibu rumah tangga penuh maupun bekerja. Selalu kembali ke niat kita.
BalasHapus