[Slider1/Slider2/Slider3]

Slider2

Rabu, 09 Maret 2022

Sumber gambar : id.pikbest.com

Seorang wanita juga haruslah menjadi pribadi yang mandiri, tidak bergantung, memiliki ketrampilan, dan punya penghasilan sendiri. Mandiri bukan untuk meninggikan diri sendiri atau tamak kepada siapapun (baik orang tua, keluarga, suami, lembaga, atau apapun yang lainnya. Mandiri justru untuk melatih diri agar mau rekoso. Jadi intinya jangan menggantungkan kebahagiaan pada orang lain, namun menggantunggkan harapan pada usaha sendiri.

Kemandirian akan menyelamatkan dari rasa sakit. Dengan mandiri, jadi tidak menggantungkan harapan dan kebahagiaan pada orang lain. Orang kalau sudah mandiri tidak akan mengandalkan orang lain untuk menopang, namun berpijak pada kaki sendiri. Tidak bergantung pada orang lain, sehingga ketika harapan yg diinginkan tidak tercapai, ya tidak akan menyalahkan orang lain. 

Ketika sudah menikahpun, seorang wanita harus mandiri. Mandiri bukan berarti menolak nafkah dari suami, tapi nerimo legowo berapun dari suami, namanya juga rezeki. Kan sudah tertanam jiwa mandiri yg tidak bergantung pada siapapun. Kan juga sudah tau lelahnya, susahnya payahnya bekerja mencari uang, sehingga rasa empatinya lebih tinggi.

Dalam rumah tangga kalau wanitanya mandiri bukan berarti ingin mengungguli suami atau tidak patuh pada suami. Jadi istri walaupun mandiri ya tetep harus hormat sama suami, kan suami itu imamnya. Hanya saja dengan mandiri, istri tidak bergantung pada suami. Kalau ada apa" ya bisa bantu, bisa handel. Tidak semua-muanya harus suami. Kalau misalnya di rumah tiba" anak sakit (tapi ya semoga saja tidak, semoga selalu diberikan kesehatan) pas suami kerja, ya istri tau apa yang harus dilakukan langsung berobat, tidak perlu nunggu suami, lawong sakit kan gak bisa nunggu nunggu dulu. Misal lagi di rumah kran air bocor kalau didiamkan bisa bikin banjir rumah, suami lagi di kantor kerja, ya si istri tau bagaimana cara mengatasi. Misalnya manggil tukang atau sumber salurannya dimatikan dulu atau bagaimanapun lah cara lainnya.

Jadi intinya mandiri itu tentang jiwa dan mental yang tidak bergantung pada orang lain. Mandiri itu membuat kehidupan bisa lebih ayem tentrem, istri lebih bisa memahami susahnya suami mencari nafkah. Tidak gampang" menyalahkan suami ataupun orang lain, karena kan sudah punya mindset bahagia itu dari diri sendiri, diusahakan sendiri, tidak bergantung pada orang lain. 

Jadi mandiri itu menjadikan mental menjadi lebih kuat. Belum berhasil? Ya berjuang lagi, usaha lebih keras lagi, berdoa lebih banyak. Ya namanya masih berusaha. Tidak bergantung pada orang lain, tidak pula menyalahkan orang lain. Makanya wanita harus mandiri agar lebih tangguh, tidak gampang putus asa, tidak gampang nangis, menyalahkan orang lain, dan yang pasti akan mendekatkan pada rasa syukur.

Menjadi mandiri bukan tentang seberapa besar nominal yang dihasilkan namun tentang jiwa yang merdeka tidak terbelenggu menggantungkan diri pada orang lain.

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

7 komentar:

  1. So.... Mandiri akan membuat gati lebih tentrem . Setujuuu..buk..

    BalasHapus
  2. Istri mandiri impian setiap laki laki

    BalasHapus
  3. Setuju bgt. Mjd wanita hebat: semangat, mandiri, terampil, dll.

    BalasHapus
  4. Hmm ... saya termasuk wanita mandiri gak ya? 🤔 Semoga bisa dengan berjuang. Terima kasih, Ibu.

    BalasHapus
  5. Mandiri berarti bisa berkarya dengan maksimal. Membutuhkan tetapi tidak bergantung. Setuju.

    BalasHapus
  6. Mandiri itu menjadikan mental menjadi lebih kuat. Saya setuju.

    BalasHapus