[Slider1/Slider2/Slider3]

Slider2

Senin, 31 Oktober 2022

Pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi PembaTIK Level 4 Tahun 2022 ini saya berkolaborasi/ bekerjasama dengan sahabat rumah belajar (SRB Prov. Jatim 2022) yang satu lokasi dengan saya yaitu di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Beliau adalah Ibu Lilik Sumiati dari TK PGRI Purworejo. Selama kegiatan berbagi dan berkolaborasi ini saya bekerjasama dengan beliau.

Proses awal yang kami lakukan yaiti datang ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngunut untu meminta izin sekaligus dukungan untuk acara ini. Disana kami menemui Bapak Drs. Suryono, M.Pd. yang merupakan Koordinator Unit Pelaksana Administrasi Satuan Pendidikan (UPASP) Kecamatan Ngunut yang seklaigus merupakan Sektretaris PGRI Kabupaten Tulungagung. Kami menemui beliau pada tanggal 24 Oktober 2022. Kami mendapat respon yang sangat positif. Beliau sangat mendukung kegiatan yang akan kami lakukan ini.

Pak Suryono bukan hanya memberikan dukungan kepada kami melainkan juga memberikan semacam pengarahan kepada kami yang sekaligus mengajak Bapak Ibu Pengawas dan Penilik di Kecamatan Ngunut. Pengarahan tersebut dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2022. Mereka ialah Bapak Sumarno, S.Pd., M.Pd. (Pengawas dan Ketua PGRI Kecamatan Ngunut), Bapak Drs. H. Kamari (Pengawas), Ibu Jarmiatun, S.Pd (Pengawas), Bapak Toni Hartono, S.Pd, M.Pd (Penilik).

Bu Jarmiatun selaku pengawas TK Kecamatan Ngunut juga memberikan dukungan penuh kepada kami untuk melakukan kegiatan berbagi pada Guru TK Sekecamatan Ngunut. Kami menemui beliau pada tanggal 21, 24, dan 25 Oktober 2022. Beliau bahkan hadir selama 2 hari saat kami melakukan kegiatan berbagi yaitu pada hari pertama pda Guru Gugus 1 & 2, dan hari kedua pada Guru Gugus 3 & 4.


Kami sangat bersyukur bahwa kegiatan kami mendapatkan izin dan dukungan dari berbagai pihak di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngunut. Namun bukan hanya itu saja, kami juga mendapat dukungan dari Bapak Eko Suprapto, S.Pd. yang merupakan Ketuan IGI (Ikatan Guru Indonesia) Kabupaten Tulungagung. Kami menemui beliau pada tanggal 23 Oktober 2022. Kami recananya melakukan kegiatan webinar dengan bekerjasama dengan IGI Kabupaten Tulungagung, meskipun acara tersebut tidak jadi terlaksana. Tidak terlaksananya acara tersebut karena ada hal yang tidan terduga yang terjadi di keluarga saya, yaitu nenek saya meninggal dunia. Dikarenakan kami serumah membuat saya tidak memungkinkan untuk mengadakan webinar tersebut. Namun sebenarnya Pak Eko sangat mendukung kegiatan yang kami lakukan.

Dukungan lain yang kami dapatkan ialah dari Kepala Sekolah kami, yaitu Bapak Drs. Slamet Rihadi, M.Pd. selaku Kepala SMPN 3 Ngunut (Kepala Sekolah saya) dan Ibu Napi'ah, S.Pd. selaku Kepala TK PGRI Purworejo (Kepala Sekolah Bu Lilik). Kami menemui beliau pada tanggal 21 Oktober 2022. Beliau berdua sangat mendukung apa yang akan kami lakukan, bahkan menyarankan Bapak Ibu Guru lain untuk ikut perkembangan zaman dengan melakukan pembelajaran berbasis TIK.



Untuk melihat video izin dan dukungan secara lebih lengkap dan detail silahkan kunjungi link berikut ini Link youtube izin dan dukungan.




Kegiatan PembaTIK yang dilaksanakan sejak bulan Juli 2022, saat ini telah memasuki Level 4. Sungguh alhamdulillah tidak pernah saya sangka bahwa saya lolos ke Level 4 dan menjadi Sahabat Rumah Belajar Provinsi Jawa Timur tahun 2022. Awalnya saya mengira bahwa saya hanya lulus PembaTIK Level 3 namun tidak lolos ke PembaTIK Level 4 karena pada menu pelatihan saya di simpatik saya tidak ada pelatihan Level 4, sementara besok (tanggal 11 Oktober sudah dilakukan kuliah umum PembaTIK Level 4. Sungguh diluar dugaan, ketika terbangun tengah malam, saya sudah dimasukkan ke grub whatsapp Pembatik Level 4 Provinsi Jawa Timur oleh Ibu Kamiliya dari PUSDATIN.

Saya sangat bersyukur bisa masuk pada Level 4, meskipun saya merasa bahwa tugas Level 3 saya kurang maksimal. Pada Level 3 saya membuat aplikasi Augmented Reality yang saat ini sudah ada pada portal rumah belajar. AR yang saya buat yaitu mengenai pengenalan alat transportasi. Saya memilih tema tersebut karena memang tema tersebut belum ada pada menu AR Rumah Belajar. Saya membuat aplikasi AR ini menggunakan aplikasi Unity dan Vuforia. Sedangakan untuk desainnya, saya menggunakan Canva for Education. Untuk mendownload aplikasi ini, silahkan kunjungi link berikut APKMarkerVideo Tutorial.

Kegiatan PembaTIK Level 4 ini dimulai dengan Kuliah Umum yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 11 dan 12 Oktober 2022. Kegiatan Kuliah Umum ini juga disiarkan melalui kanal youtube Rumah Belajar Kemdikbud, sehingga bagi yang tidak bisa mengikuti lewat zoom atau yang sedang berhalangan hadir bisa menonton siaran ulangnya di youtube. Berikut ini adalah linknya Hari Pertama Hari Kedua.

Kuliah umum hari pertama dibuka oleh Kepala PUSDATIN yaitu Bapak Dr. H. Hasan Chabibie, S.T, M.Si. Beliau memberikan sambutan sekaligus menjelaskan secara singkat mengeai PembaTIK. Selanjutnya kuliah umum diisi materi oleh Bapak Prof. Eko Indrajit. Beliau memaparkan menganai kemungkinan trend pendidikan di masa yang akan datang adalah metaverse. Beliau mengajak kita semua untuk meluai mengenal dan menggunakan teknologi Augmented Reality dan juga Virtual Reality. Pemateri selanjutnya yaitu Hairun Nissa, S.Pd., M.Pd., M.Ikom yang merupakan Pengembang Teknologi Ahli Madya PUSDATIN. Beliau menjelaskan mengenai Komunitas Belajar yang ada pada Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Kuliah umum hari kedua dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2022. Kuliah umum ini diisi oleh Bapak Wibowo Mukti, M.Si selaku PTP Ahli Muda PUSDATIN. Beliau memaparkan mengenai platform teknologi prioritas yang dikembangkan oleh Kemdikbud. Pemateri selanjutnya ialah Bapak Nino Budiano yang memberikan materi mengenai Public Speaking. Beliau memaparkan pentingnya seorang guru untuk mempelajari public speaking. 

Bapak Nino Budianto memberikan tugas untuk membuat ulasan mengenai materi yang didapatkan dari beliau di Kuliah Umum PembaTIK ini dan diminta untuk memposting di media sosial. Saya memposting ulasan tersebut di Instagram saya, dan sangat bahagia karena postingan saya di repost oleh beliau.

Tahapan kegiatan PembaTIK Level 4 selanjutnya adalah Bimtek yang diadakan secara terpisah di tiap provinsi. Acara Bimtek PembaTIK Level 4 Provinsi Jawa Timur tahun 2022 dilakukan pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2022. Pemateri dari Bimtek ini adalah Bapak Ibu dari PUSDATIN, serta Duta Rumah Belajar Provinsi Jatim dari tahun 2017 sampai 2021.


Kegitan Bimtek hari pertama diisi oleh Pak Abi dan Pak Hendro dari PUSDATIN. Beliau memaparkan mengenai PembaTIK Level 4 besrta tugasnya. Pemateri Selanjutnya yaitu Bu Roro (DRB Prov. Jatim yang memaparkan mengenai Karya Tulis Ilmiah. Kemudian dilanjut oleh Pak Ilham dan Bu Niken (DRB Prov. Jatim) yang membawakan materi mengenai cara membangun komunikasi.

Kegiatan Bimtek hari kedua yaitu pada tanggal 20 Oktober 2022 diisi oleh DRB Prov. Jatim yaitu Pak Noval. Beliau memaparkan mengenai penyebaran informasi melalui media. Bimtek PembaTIK Level 4 ini dilanjutkan dengan pendampingan oleh DRB Provinsi Jawa Timur kepada Peserta PembaTIK Level 4 Provinsi Jawa Timur tahun 2022. Pendampingan ini berupa konsultasi atau sharing mengenai planning yang akan dilakukan untuk menyelesaikan PembaTIK Level 4. Pendampingan ini tidak hanya berakhir pada pertemuan ini namun juga dilanjut pada grub whatsaapp yang telah dibuat.




The 2nd East Indonesia Conference On Computer and Technology (EIConCIT) 2018 di selenggarakan Universitas Muslim Indonesia yang terletak di Makasar, Sulawesi. Pada acara ini saya memiliki tulisan yang ditulis secara bersama, salah satunya dengan dosen S2 saya di Universitas Negeri Malang. Pada conference ini saya tidak hadir di Makasar, melainkan diwakili oleh Bapak Aji Prasetya Wibawa (Dosen saya).

Tulisan saya pada conference ini berjudul The Performance of Dematel Combined Techniques in Determining Eligibility of E-Journal Articles. Jurnal ini membahas mengenai algoritma sistem pengambil keputusan yang dilakukan untuk menilai suatu e-journal/ jurnal elektronik. Pada tulisan ini akan dibandingkan dua algoritma gabungan yaitu Dematel-SAW dan Dematel-Topsis dalam mengambil suatu keputusan pemilihan jurnal elektronik. Untuk membaca lebih detail atau merujuk tulisan ini silahkan kunjungi link berikut jurnal EIConCIT.

Jurnal yang berhasil masuk pada conference ini diterbitkan oleh IEEE sehingga bisadilihat pada IEEE Xplore. Selain itu jurnal ini juga terindeks Scopus.

Setelah melakukan serangkaian pelatihan Google Master Trainer Level 1 Batch 7 dan telah menyelesaikan proses pengimbasan, saya melakukan pengajuan voucher ujian. Voucher ujian GCE sebenarnya berbayar, namun karena saya mengikuti program yang diadakan Kemdikbud dan REFO, jadi saya mendapatkan voucher yang membuat biaya ujian menjadi 0 Rupiah atau GRATIS.

Saya melakukan ujian pada 4 Oktober 2022. Ujian ini terdiri dari 35 soal teori dengan waktu 3 jam. Soal ujian meliputi pilihan ganda, drag and drop, serta mengurutkan suatu langkah. 

Setelah menjalani ujian, alhamdulillah pengumuman langsung keluar dan saya dinyatakan lulus pendidik tersertifikasi google tingkat 1. Sertifikat ini akan berlaku selama 3 tahun.

 



        Kegiatan pengimbasan google master trainer level 1 batch 7, saya lakukan dengan beberapa peserta lain yang berasal dari daerah yang sama. Pengimbasan ini kami (saya, bu lilik sumiati, bu mila christi jayanti) lakukan pada hari Sabtu, 17 September 2022 di LPI Qurotta Ayyun Kecamatan Ngunut.

        Pengimbasan yang kami lakukan dihadiri oleh sekiran 150 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah TK satu Kecamatan Ngunut. Guru dan kepa sekolah Kecamatan Ngunut ini tergabung pada suatu komunitas yang bernama IGTKI Kec. Ngunut.
    
        Kami membagikan apa yang kami dapatkan selama pelatihan gogle master trainer, yaitu berbagai macam aplikasi google yang bisa di manfaatkan untuk kegiatan pendidikan mulai dari administrasi pendidikan, proses pembelajaran, hingga evauasi pembelajaran.

    3 rd International Conference on Science in Information Technology diselenggarakan pada 25-26 Oktober 2017 di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Jurnal yang masuk pada conference ini akan masuk pada IEEE Xplore dan terindeks Scopus.
    
    Saya mengikuti conference ini dengan membawakan tulisan berjudul "Blended Learning in Postgraduated Program". Tulisan ini berisikan tentang pelaksanan blended learning di pascasarjana beserta kekurangan dan kelebihannya. Untuk membaca lebih detailnya bisa dilihat pada link berikut ini jurnal blended learning.

        Tulisan ini di publish atau diterbitkan oleh IEEE dn teindeks scopus. Jadi untuk para pembaca yang ingin membaca ataupun mengutip, bisa langsung melihat di IEEE Xplore.








Rabu, 09 Maret 2022

Sumber gambar : id.pikbest.com

Seorang wanita juga haruslah menjadi pribadi yang mandiri, tidak bergantung, memiliki ketrampilan, dan punya penghasilan sendiri. Mandiri bukan untuk meninggikan diri sendiri atau tamak kepada siapapun (baik orang tua, keluarga, suami, lembaga, atau apapun yang lainnya. Mandiri justru untuk melatih diri agar mau rekoso. Jadi intinya jangan menggantungkan kebahagiaan pada orang lain, namun menggantunggkan harapan pada usaha sendiri.

Kemandirian akan menyelamatkan dari rasa sakit. Dengan mandiri, jadi tidak menggantungkan harapan dan kebahagiaan pada orang lain. Orang kalau sudah mandiri tidak akan mengandalkan orang lain untuk menopang, namun berpijak pada kaki sendiri. Tidak bergantung pada orang lain, sehingga ketika harapan yg diinginkan tidak tercapai, ya tidak akan menyalahkan orang lain. 

Ketika sudah menikahpun, seorang wanita harus mandiri. Mandiri bukan berarti menolak nafkah dari suami, tapi nerimo legowo berapun dari suami, namanya juga rezeki. Kan sudah tertanam jiwa mandiri yg tidak bergantung pada siapapun. Kan juga sudah tau lelahnya, susahnya payahnya bekerja mencari uang, sehingga rasa empatinya lebih tinggi.

Dalam rumah tangga kalau wanitanya mandiri bukan berarti ingin mengungguli suami atau tidak patuh pada suami. Jadi istri walaupun mandiri ya tetep harus hormat sama suami, kan suami itu imamnya. Hanya saja dengan mandiri, istri tidak bergantung pada suami. Kalau ada apa" ya bisa bantu, bisa handel. Tidak semua-muanya harus suami. Kalau misalnya di rumah tiba" anak sakit (tapi ya semoga saja tidak, semoga selalu diberikan kesehatan) pas suami kerja, ya istri tau apa yang harus dilakukan langsung berobat, tidak perlu nunggu suami, lawong sakit kan gak bisa nunggu nunggu dulu. Misal lagi di rumah kran air bocor kalau didiamkan bisa bikin banjir rumah, suami lagi di kantor kerja, ya si istri tau bagaimana cara mengatasi. Misalnya manggil tukang atau sumber salurannya dimatikan dulu atau bagaimanapun lah cara lainnya.

Jadi intinya mandiri itu tentang jiwa dan mental yang tidak bergantung pada orang lain. Mandiri itu membuat kehidupan bisa lebih ayem tentrem, istri lebih bisa memahami susahnya suami mencari nafkah. Tidak gampang" menyalahkan suami ataupun orang lain, karena kan sudah punya mindset bahagia itu dari diri sendiri, diusahakan sendiri, tidak bergantung pada orang lain. 

Jadi mandiri itu menjadikan mental menjadi lebih kuat. Belum berhasil? Ya berjuang lagi, usaha lebih keras lagi, berdoa lebih banyak. Ya namanya masih berusaha. Tidak bergantung pada orang lain, tidak pula menyalahkan orang lain. Makanya wanita harus mandiri agar lebih tangguh, tidak gampang putus asa, tidak gampang nangis, menyalahkan orang lain, dan yang pasti akan mendekatkan pada rasa syukur.

Menjadi mandiri bukan tentang seberapa besar nominal yang dihasilkan namun tentang jiwa yang merdeka tidak terbelenggu menggantungkan diri pada orang lain.